Berikut adalah beberapa jenis terapi yang digunakan untuk menangani Autisme:
1. Analisa tingkah laku (Applied Behavioral Analysis (ABA))
Terapi ini merupakan terapi yang tertua dan paling banyak diteliti
serta dikembangkan untuk autisme. Terapi ABA ini merupakan sistem
pelatihan intensif dengan menggunakan hadiah yang berfokus terhadap
sistem pengajaran tertentu.
2. Terapi wicara
Hampir semua
penderita autisme mempunyai masalah bicara ataupun bahasa sehingga
diharapkan dengan terapi bicara ataupun berbahasa dapat membantu
penderita autism untuk berkomunikasi dengan orang lain.
3. Terapi okupasi
Terapi okupasi berfokus untuk membentuk kemampuan hidup sehari-hari.
Karena kebanyakan penderita autisme mengalami perkembangan motorik yang
lambat, maka terapi okupasi sangatlah penting. Seorang terapis okupasi
juga dapat memberikan latihan sensorik terintegrasi, yaitu suatu teknik
yang dapat membantu penderita autisme untuk mengatasi hipersensitifitas
terhadap suara, cahaya maupun sentuhan.
4. Terapi kemampuan sosial
Salah satu akibat dari autisme adalah sedikitnya kemampuan sosial dan
komunikasi. Banyak anak yang menderita autisme memerlukan bantuan untuk
menciptakan kemampuan supaya dapat mempertahankan percakapan,
berhubungan dengan teman baru atau bahkan mengenal tempat bermainnya.
Seorang terapis kemampuan sosial dapat membantu untuk menciptakan atau
menfasilitasi terjadinya interaksi sosial.
5. Terapi fisik/fisioterapi
Autisme merupakan perkembangan perfasif yang lambat. Banyak penderita
autisme yang memiliki penundaan perkembangan motorik dan beberapa
mempunyai massa otot yang rendah (lemah). Terapi fisik dapat melatih
kekuatan, koordinasi dan kemampuan dasar berolahraga.
6. Terapi bermain
Walaupun terdengar aneh, tetapi anak penderita autisme memerlukan
bantuan untuk bermain. Bermain juga dapat digunakan sebagai alat untuk
melatih percakapan, kemampuan berkomunikasi dan sosial. Terapi bermain
ini dapat digabungkan dengan terapi berbicara, terapi okupasi dan terapi
fisik.
7. Terapi tingkah laku
Anak yang menderita autisme
seringkali terlihat frustasi. Mereka kesulitan untuk mengkomunikasikan
kebutuhan mereka dan menderita akibat hipersensitifitas terhadap suara,
cahaya ataupun sentuhan sehingga terkadang mereka berlaku kasar atau
mengganggu. Seorang terapis tingkah laku dilatih untuk dapat mengetahui
penyebab dibalik prilaku negative tersebut dan merekomendasikan
perubahan terhadap lingkungan ataupun keseharian anak untuk dapat
memperbaiki tingkah lakunya.
8. Terapi Perkembangan
Terapi
perkembangan atau developmental therapies bertujuan untuk membangun
minat, kekuatan dan perkembangan anak sendiri untuk meningkatkan
kemampuan kecerdasan, emosional dan sosialnya. Terapi perkembangan
seringkali bertolak belakang dengan terapi tingkah laku, yang biasanya
paling baik dilakukan untuk mengajarkan keterampilan khusus pada anak,
seperti misalnya mengikat tali sepatu atau menggosok gigi dll.
9. Terapi visual
Banyak penderita autisme merupakan pemikir visual, sehingga metode
pembelajaran berkomunikasi melalui gambar dapat dilakukan. Salah satu
caranya adalah melalui PECS (Picture Exchange Communication). Selain itu
pembelajaran melalui video juga dapat dilakukan baik dengan video
modeling, video games ataupun sistem komunikasi elektronik lain. Metode
ini dapat menampung kelebihan penderita autisme di bidang visual untuk
digunakan membangun keterampilan dan komunikasinya.
10. Terapi Biomedis
Terapi biomedis termasuk juga penggunaan obat-obatan untuk penanganan
autisme, walaupun kebanyakan perawatan biomedis yang dilakukan
berdasarkan metode pendekatan DAN (Defeat Autism Now). Dokter yang telah
menjalani pelatihan mengenai metode DAN ini akan menentukan diet
khusus, supplement ataupun perawatan alternative lain untuk penanganan
penderita autisme. Di AS sendiri perawatan ini belum mendapatkan
persetujuan dari FDA (Food dan Drug Administration) ataupun CDC (Center
for Disease Control) walaupun banyak cerita anekdot yang melaporkan
hasil positif dari terapi tersebut. Jika memang berniat untuk
berkonsultasi dengan praktisi DAN, pastikan orang tersebut berlatar
belakang kedokteran.
sumber : Artikel Kedokteran Anak
http://www.spesialis.info/indexb826.html?jenis-jenis-terapi-dan-diet-anak-penderita-autisme,454
PUSAT BELAJAR ANAK KEBUTUHAN KHUSUS JL. SETIA BUDI NO 1/190 ,MEDAN TLP : 061-91254321 / 0821 6598 8009 ( MUTIA NASUTION )
Senin, 11 Maret 2013
Rabu, 06 Maret 2013
Anak Autis Perlu Diet
AUTISMA pertama kali dipublikasikan oleh Leo Kanner (1943) seorang
dokter kesehatan jiwa anak. Ia mengamati perilaku anak-anak yang dijadikan
objeknya, namun yang sangat menonjol adalah anak-anak ini sangat asyik
dengan dunianya sendiri. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri
dan menolak berinteraksi dengan orang disekitarnya. Orang Amerika menyebut
anak ini dengan sebutan anak peri (berbicara sendiri).
Autisme berasal dari bahasa Yunani Autos yang berarti aku. Atau
sikap yang sangat mengarah kepada diri sendiri. Autisme adalah suatu gangguan
atau kelainan otak yang mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya kemampuan
seseorang untuk berkomunikasi, berhubungan dengan sesama dan memberikan
tanggapan terhadap lingkungan.Banyak literatur menyebutkan bahwa autis berhubungan dengan gangguan susunan syaraf pusat, gangguan sistem pencernaan, peradangan dinding usus, faktor genetik, keracunan logam berat, faktor psikodinamik keluarga dan faktor imunologi
Autis bisa terjadi pada siapa saja tanpa melihat perbedaan status sosial ekonomi, pendidikan, golongan etnik maupun bahasa. Tingkat kejadian autis meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 1989 hanya tercatat 2 pasien autistik di Poliklinik Jiwa Anak RSCM Jakarta. Sebelas tahun berikutnya, tahun 2000 tercatat 103. Menurut perkiraan dari dr. Melly Budhiman, psikiater anak dan Ketua Yayasan Autisma Indonesia, bila 10 tahun yang lalu jumlah penyandang autisma diperkirakan satu per 5000 anak, sekarang meningkat menjadi satu per 500 anak. Untuk mengurangi gejala dari autis maka salah satunya adalah dengan diberikanya intervensi dietnya.
Intervensi diet dimaksudkan untuk menghilangkan atau mengurangi gejala autisme, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan status nutrisi yang baik .
Macam Diet
- Diet bebas gluten dan casein (Gluten free, casein free) Diet ini dengan cara menghindarkan semua produk yang mengandung gluten seperti biskuit, mi, roti, kue, makaroni, spageti, cake atau makanan kemasan lain dari terigu. Sedangkan casein diperoleh dari makanan atau minuman yang mengandung susu sapi, seperti keju, mozarella, butter, atau permen, mentega dan yogurt.
Diet tanpa gluten dihentikan apabila pertumbuhan jamur candida di usus dalam batas normal. Pertumbuhan candida bisa dilihat dengan pemeriksaan feses.
Efek diet bebas casein (susu) dilakukan dengan menjauhkan semua makanan dari susu . Bisa dicoba selama 3 minggu lalu lihat perkembangannya. Jika anak banyak konsumsi gluten, maka peptida akan masuk ke dalam jaringan tubuh dan disimpan sebagai lemak. Diet gluten diberikan sedikitnya 3 bulan, dengan melihat perkembanganya. Peptida juga dapat memberikan efek toksik pada sistem saraf sentral.
Banyak kasus yang menunjukkan kemajuan. Setelah dilakukan diet bebas gluten 7-9 bln. Ada yang baru terlihat setelah 2 tahun.
Susu sapi dan gandum bagi autis tertentu bersifat morfin. Karena protein susu sapi (casein) dan protein gandum (gluten) membentuk kaseomorfin dan gluteomorfin, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan perilaku seperti hiperaktif. Hal itu terjadi karena kebocoran saluran cerna sebagai akibat tidak seimbangnya bakteri dan jamur. Ketidakseimbangan ini biasanya diakibatkan oleh pemakaian antibiotika yg berlebihan yang akan meningkatkan permeabilitas usus. Antibiotika dapat membunuh bakteri flora usus seperti laktobasilus. Sedangkan jamur terutama candida akan tumbuh berlebihan yang akan mengakibatkan selaput dinding usus terganggu.
Dengan terganggunya selaput usus akan menyebabkan berbagai makromolekul protein susu sapi atau zat toksik melewati dinding saluran cerna ke darah. Akibatnya bisa terjadi gangguan susunan dan fungsi otak yang mengakibatkan gangguan tingkah laku, gangguan perkembangan dan gangguan proses belajar.
Diet Bebas Jamur
Diet ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kembali infeksi jamur dalam usus. Dilakukan dengan diet rendah gula sederhana. Gula sederhana adalah makanan utama dari jamur yang ada dalam usus penderita autis.
Hasil metabolit dari jamur sering timbulkan kelainan perilaku, sehingga untuk pengganti gula sederhana adalah dengan konsumsi hidrat arang kompleks. Sesuai namanya, semua jenis makanan yang diolah dengan proses fermentasi seperti kecap, tauco, keju, serta kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, vermipan, atau sejenisnya, tidak diberikan. Begitu juga makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan
Diet Bebas Zat Aditif
Zat aditif ini termasuk pewarna, penambah rasa monosodium glutamate(MSG), pengawet, pengemulsi. Yang perlu dihindari adalah penambah rasa MSG, penambah aroma, pewarna sintetis, pemanis buatan (aspartama dan sakarin, kafein, polibate nitrat nitrit (pengawet daging).
Sebagai gantinya, untuk memberi warna pada makanan, digunakan pewarna alami seperti daun pandan, daun suji, kunyit, dan bit.
Kebanyakan zat aditif mengandung fenol.Untuk memecah fenol memerlukan sulfur. Sulfur merupakan indikator yang kuat pada hati dan diperlukan untuk proses detoksifikasi. Beberapa zat pewarna dapat merusak DNA yang akan menyebabkan mutasi genetic MSG juga dapat mempengaruhi organ penting, seperti saraf otak.
Konsumsi Makanan
Bagi penyandang autis dianjurkan untuk minum air mineral kemasan atau air yang telah melalui penyaringan, minimal delapan gelas sehari. Hindari makanan junk food, karena makanan ini selain gizinya tidak seimbang, banyak terbuat dari tepung dan sering mengandung lemak jenuh.
Suplementasi
Anak autism umumnya mengalami defisiensi vitamin dan mineral akibat perlakuan diet yang cukup ketat. Dengan demikian, dibutuhkan suplemen makanan seperti kalsium, magnesium, zinc, selenium, vitamin A, B6, C, E, asam lemak esensial, asam amino, kolostrum, enzim, probiotik. (Nuryanto, S.Gz-11).
Dikutip dari suara merdeka,4 /12/2006
Senin, 26 November 2012
SPEECH DELAY / TERLAMBAT BICARA
Deteksi Dini Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak :
Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Bewrbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak.
Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Bewrbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak.
- Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun (1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau (2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.
- Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut :
| 4 – 6 BULAN |
|
| 8 – 10 BULAN |
|
| 12 – 15 BULAN |
|
| 18 – 24 BULAN |
|
| 30 – 36 BULAN |
|
| 3 – 4 TAHUN |
|
Bila terdapat beberapa tanda dan gejala tersebut sebaiknya orangtua harus waspada bahwa memang anak mengalami keterlambatan bicara. Langkah berikutnya hubungi doketer specialist anak atau bawa langsung ke tempat terapi terdekat ,dapat menghubungi kami di : 061-91254321 / 082165988009 ( Mutia )
Jumat, 23 November 2012
Anak Mandiri Center INFO
Banyak
diantara kita sebagai orang tua menganggap anak-anak yang sering
menggangu temannya, tidak bisa diam, kurang dapat mengikuti pelajaran di
sekolah sebagai anak nakal, malas atau bodoh. Padahal bisa jadi anaknya
mengalami gangguan dalam perkembangannya yang biasa kita kenal dengan
istilah Hiperaktif.
HIPERAKTIF
Secara
psikologis, Hiperaktif adalah ganguan tingkah laku yang tidak normal,
disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu
memusatkan perhatian.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentan konsentrasi penderita sangat pendek dan sulit dikendalikan. Ada juga penyebab yang lain, yakni: temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi. Dapat juga diakibatkan oleh gangguan di kepala, seperti gegar otak, trauma kepala saat di jalan lahir atau terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentan konsentrasi penderita sangat pendek dan sulit dikendalikan. Ada juga penyebab yang lain, yakni: temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi. Dapat juga diakibatkan oleh gangguan di kepala, seperti gegar otak, trauma kepala saat di jalan lahir atau terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Ciri-ciri anak Hiperaktif:
1. Tidak Fokus
Anak
yang mengalamai gangguan hiperaktifitas (hiperaktif) sulit
berkonsentrasi lebih dari lima menit yakni tidak dapat diam dalam waktu
yang cukup lama dan mudah teralihkan perhatiannya kepada hal yang lain.
Terkadang
anak juga berprilaku impulsif , seperti ingin memegang dan meraih apa
yang ada di depannya atau yang dipegang oleh temannya tetapi ia memegang
dan mengambilnya tanpa tujuan. Jadi asal pegang saja yang kemudian apa
yang dipegangnya malah dibanting hingga rusak.
Anak hiperaktif juga sering berbicara semaunya tanpa ada maksud yang jelas sehingga perkataannya sering sulit dimengerti.
Pada
pola interaksi dengan orang lain sering didapatkan anak tersebut acuh
tak acuh sehingga tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik.
2.Menentang
Umumnya
anak yang hiperaktif memiliki sikap pembangkang atau tidak mau
dinasehati. Misalnya jika ia dinasehati jika mondar-mandir tanpa tujuan,
mencorat-coret atau naik-turun tak mau berhenti, penolakannya dapat
ditunjukkan dengan sikap tak acuh (cuek).
3. Destruktif
Ketika
anak ini menyusun mainan, maka anak ini sering tidak dapat menyusunnya
bahkan malah menghancurkannya. Begitu pula dengan baeang-barang rumah
yang mudah pecah seperti as bunga atau lainnya, kecenderungan anak
hiperaktif untuk menghancurkannya cukup besar.
4. Tak kenal lelah
Anak
yang hiperaktif sering tidak menunjukkan kelelahan dalam berkatifitas.
Sepanjang hari ia akan bergerak kesana kemari, melompat, berlari, dan
sebagainya sehingga orang tua kesulitan meladeni perilakunya.
5. Tanpa tujuan
Aktifitas yang dilakukan anak hiperaktif tidak memiliki tujuan yang jelas.
Tidak sabar dan usil
Anak
ini juga tidak memiliki sifat tidak sabar. Sering ia merebut apa yang
dimainkan oleh temannya atau jika bermain maka ia tidak mau menunggu
giliran. Tak hanya itu, anak hiperaktif sering kali juga mengusili
temannya tanpa alasan jelas seperti tiba-tiba memukul, mendorong dan
sebagainya, meskipun alasan untuk melakukan hal tersebut tidak ada.
Intelektualitas Rendah
6. Intelektualitas rendah
Sering kali anak-anak dengan gangguan hiperaktifitas memiliki intelektualitas yang rendah.
AKTIF
Anak
aktif, tidak terdapat gangguan di otaknya, anaknya hanya sekedar aktif.
Hanya saja energi si anak yang terkumpul berlimpah dan anak
berkeinginan untuk selalu bergerak sehingga ia memiliki mobilitas yang
tinggi dibandingkan anak yang lain. Secara sekilas anak hiperaktif dan
aktif memiliki kesamaan perilaku yang dapat dibedakan jika ditilik
lebih lanjut.
Ciri-ciri anak Aktif
1. Fokus (perhatian Kuat)
Anak
aktif memiliki kemampuan kuat untuk memfokuskan perhatian. Ketika
bermain puzzle misalnya, anak aktif cenderung dapat melakukan
penyelesaian masalah dengan baik. Berbeda dengan anak yang hiperaktif
yang cenderung cepat bosan sehingga tidak dapat menyelesaikannya dan
hanya mempermainkannya saja.
2. Lebih Penurut
Sikap
menentang pada anak aktif tidak sekuat pada anak hiperaktif. Ia masih
dapat diberi tahu dan dapat mematuhinya dengan lebih baik.
3. Konstruksif
Ketika
diberikan mainan, anak yang aktif akan berusaha melakukan sesuai dengan
permintaan. Ia akan berusaha menyusun dan menyelesaikan permainannya
secara konstruktif.
4. Ada waktu lelah
Anak
aktif umumnya memiliki batas mobilitas. Ketika merasa lelah ia akan
menghentikan permainannya dan beristirahat. Walau demikian, pada
beberapa kasus istirahatnya sangat sedikit sehingga kesannya tidak
pernah lelah seperti anak sakit.
5.Lebih sabar
Anak
aktif memiliki kesabaran yang lebih tinggi dibandingkan anak
hiperaktif. Ketika menyelesaikan permainan puzzle misalnya, anak aktif
berusaha lebih keras dan sabar menyelesaikan tugasnya hingga tuntas.
6.Intelektualitas tinggi
Umumnya,
anak aktif memiliki kecenderungan menjadi anak cerdas. Ia memiliki
tenaga, rasa ingin tahu dan kesempatan yang lebih besar untuk mengetahui
hal-hal baru. Sebaiknya kesempatan ini dimanfaatkan orang tua untuk
menstimulasi perkembangan anak dengan sebaik-baiknya.
sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn85xzHSfDmr-GBuA_7vvN7VPNYYC1RvX25uA01xJFUbyi4u-r1ddi4KRD6NbafzpfoatpQ_gzEsMBIQda90Mr_QCfnZ6wlcjcYDOZmPAl3H5do5CvhEO3hwEpNWS1X9Q3sdR1YHWGK09F/s200/Hiperaktif.jpg
Selasa, 20 November 2012
DETEKSI DINI pada AUTISME
DETEKSI DINI ( dikutip dari www.puterakembara.com)
Meskipun sulit namun tanda dan gejala autism sebenarnya sudah bisa diamati sejak dini bahkan sejak sebelum usia 6 bulan.
1. DETEKSI DINI SEJAK DALAM KANDUNGAN
Sampai sejauh ini dengan kemajuan tehnologi kesehatan di dunia masih juga belum mampu mendeteksi resiko autism sejak dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan biomolekular pada janin bayi untuk mendeteksi autism sejak dini, namun pemeriksaan ini masih dalam batas kebutuhan untuk penelitian.
2. DETEKSI DINI SEJAK LAHIR HINGGA USIA 5 TAHUN
Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupahan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin muda
Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai terlihat sejak bayi atau anak menurut usia :
USIA 0 - 6 BULAN
- Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
- Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
- Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi
- Tidak "babbling"
- Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu
- Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan
- Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal
USIA 6 - 12 BULAN
- Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
- Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
- Gerakan tangan dan kaki berlebihan
- Sulit bila digendong
- Tidak "babbling"
- Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan
- Tidak ditemukan senyum sosial
- Tidak ada kontak mata
- Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal
USIA 6 - 12 BULAN
- Kaku bila digendong
- Tidak mau bermain permainan sederhana (ciluk ba, da-da)
- Tidak mengeluarkan kata
- Tidak tertarik pada boneka
- Memperhatikan tangannya sendiri
- Terdapat keterlambatan dalam perkembangan motor kasar/halus
- Mungkin tidak dapat menerima makanan cair
USIA 2 - 3 TAHUN
- Tidak tertarik untuk bersosialisasi dengan anak lain
- Melihat orang sebagai "benda"
- Kontak mata terbatas
- Tertarik pada benda tertentu
- Kaku bila digendong
USIA 4 - 5 TAHUN
- Sering didapatkan ekolalia (membeo)
- Mengeluarkan suara yang aneh (nada tinggi atau datar)
- Marah bila rutinitas yang seharusnya berubah
- Menyakiti diri sendiri (membenturkan kepala)
- Temperamen tantrum atau agresif
Sabtu, 17 November 2012
KELAS KHUSUS
Kelas Khusus adalah Kelas yang mengambil sytem management kelas kecil dengan perbandingan guru dan murid 2 : 5 yaitu 2 guru dengan maximal 5 murid.
UntukAnak dengan kondisi :
- Autisme/ autis
- Hiperaktif / ADHD
- Down Syndrom
- CP
- Kesulitan Belajar
- Kesulitan Bicara
- DLL
WAKTU : SENIN -JUMAT ( 3 JAM/ HARI )
- SESI PAGI : JAM 9.00 - 12.00
- SESI SIANG : JAM 13.00 - 16.00
KEUNTUNGAN:
- Setiap murid dapat di konrol/diperhatikan oleh gurunya
- Efektifitas tinggi sehingga hasil optimal
- Program dibuat berdasarkan kemampuan peranak
- Diajar oleh pengajar berpengalaman dalam memegang anak khusus
- Harga jauh lebih murah hanya RP.30.000RB/JAM
- Fasilitas memadai
- Mendapat laporan asessment, mingguan dan evaluasi
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTARKAN ANAK ANDA :)
KELAS TERBATAS !!!!
HUBUNGI KAMI DI :
ANAK MANDIRI CENTER
JL. Setia Budi NO 1/190( Seberang sekolah Syafiatul Amaliyah /YPSA)
PHONE : 061-91254321 -
HP : 0821 6598 8009
UntukAnak dengan kondisi :
- Autisme/ autis- Hiperaktif / ADHD
- Down Syndrom
- CP
- Kesulitan Belajar
- Kesulitan Bicara
- DLL
WAKTU : SENIN -JUMAT ( 3 JAM/ HARI )
- SESI PAGI : JAM 9.00 - 12.00
- SESI SIANG : JAM 13.00 - 16.00
KEUNTUNGAN:
- Setiap murid dapat di konrol/diperhatikan oleh gurunya
- Efektifitas tinggi sehingga hasil optimal
- Program dibuat berdasarkan kemampuan peranak
- Diajar oleh pengajar berpengalaman dalam memegang anak khusus
- Harga jauh lebih murah hanya RP.30.000RB/JAM
- Fasilitas memadai
- Mendapat laporan asessment, mingguan dan evaluasi
TUNGGU APALAGI SEGERA DAFTARKAN ANAK ANDA :)
KELAS TERBATAS !!!!
HUBUNGI KAMI DI :
ANAK MANDIRI CENTER
JL. Setia Budi NO 1/190( Seberang sekolah Syafiatul Amaliyah /YPSA)
PHONE : 061-91254321 -
HP : 0821 6598 8009
Kamis, 04 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

